Mizantara
  • Beranda
  • Silsilah
  • Khazanah
  • Kolom
  • Liputan
  • Katalog
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Silsilah
  • Khazanah
  • Kolom
  • Liputan
  • Katalog
No Result
View All Result
Mizantara
No Result
View All Result
Home Khazanah

Tidur: Kematian Kecil dalam Pandangan Islam

Tidur sebagai Latihan Menghadapi Kematian

Redaksi by Redaksi
12 Mei 2025
in Uncategorized
0
Tidur: Kematian Kecil dalam Pandangan Islam
0
SHARES
32
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Dalam kehidupan sehari-hari, tidur dianggap sebagai kebutuhan biologis untuk memulihkan tenaga. Namun, dalam pandangan Islam, tidur lebih dari sekadar istirahat fisik. Ia adalah “wafat kecil”, sebuah bentuk kematian sementara yang memiliki dimensi spiritual mendalam. Pemahaman ini tidak hanya memperkaya cara pandang kita terhadap aktivitas tidur, tetapi juga mengingatkan kita akan lemahnya manusia di hadapan kekuasaan Allah.

Tidur Sebagai Wafat: Dalil Al-Qur’an dan Hadis

Al-Qur’an secara tegas menyebut bahwa tidur merupakan bentuk tawaffa (wafat) oleh Allah:

اللَّهُ يَتَوَفَّى الْأَنْفُسَ حِينَ مَوْتِهَا وَالَّتِي لَمْ تَمُتْ فِي مَنَامِهَا فَيُمْسِكُ الَّتِي قَضَى عَلَيْهَا الْمَوْتَ وَيُرْسِلُ الْأُخْرَى إِلَى أَجَلٍ مُسَمًّى

“Allah mewafatkan jiwa ketika matinya dan (mewafatkan) yang belum mati dalam tidurnya; lalu Dia menahan yang telah Dia tetapkan kematiannya dan melepaskan yang lain sampai waktu yang ditentukan.” (QS. Az-Zumar: 42)

Ayat ini menunjukkan bahwa ruh seseorang benar-benar “diambil” saat tidur, namun tidak sepenuhnya terputus dari jasadnya.

Ayat lain menyebut:

وَهُوَ الَّذِي يَتَوَفَّاكُمْ بِاللَّيْلِ وَيَعْلَمُ مَا جَرَحْتُم بِالنَّهَارِ

“Dan Dialah yang mewafatkan kamu di malam hari dan Dia mengetahui apa yang kamu kerjakan di siang hari.” (QS. Al-An’am: 60)

Nabi Muhammad ﷺ juga menyebut pengambilan ruh saat tidur dalam sabda beliau:

إِنَّ اللَّهَ قَبَضَ أَرْوَاحَكُمْ حِينَ شَاءَ، وَرَدَّهَا حِينَ شَاءَ

“Sesungguhnya Allah mengambil ruh kalian ketika Dia kehendaki, dan mengembalikannya ketika Dia kehendaki.” (HR. Bukhari)

Dan dalam riwayat lain, Rasulullah bersabda setelah para sahabat tertidur hingga terlewat salat:

إِنَّكُمْ كُنْتُمْ أَمْوَاتًا، فَرَدَّ اللَّهُ إِلَيْكُمْ أَرْوَاحَكُمْ

“Sesungguhnya kalian tadi telah mati, lalu Allah kembalikan ruh kalian.” (HR. Abu Ya’la, shahih menurut al-Albani)

Bahkan, dalam zikir bangun tidur, Rasulullah mengucapkan:

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَحْيَانَا بَعْدَ مَا أَمَاتَنَا وَإِلَيْهِ النُّشُورُ

“Segala puji bagi Allah yang menghidupkan kami setelah mematikan kami, dan kepada-Nya kami akan kembali.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Penjelasan Ulama

Imam Ibnu Rajab al-Hanbali rahimahullah menyimpulkan bahwa tidur adalah bentuk wafat dan ruh memang diambil saat itu, meski tidak seluruhnya terlepas seperti ketika seseorang wafat:

فَدَلَّتِ الآيَةُ عَلَى أَنَّ النَّوْمَ وَفَاةٌ، وَدَلَّ الحَدِيثُ عَلَى أَنَّ النَّوْمَ قَبْضٌ، وَدَلَّا عَلَى أَنَّ النَّفْسَ المُتَوَفَّاةَ هِيَ الرُّوحُ المَقْبُوضَةُ.

“Ayat menunjukkan bahwa tidur adalah wafat, hadis menunjukkan bahwa tidur adalah pengambilan (ruh), dan keduanya menegaskan bahwa yang dimaksud adalah ruh yang diambil.” (Fath al-Bari, Ibnu Rajab, 3/325)

Namun, pengambilan ruh saat tidur tidak bersifat total. Masih ada hubungan antara ruh dan jasad, meskipun lebih lemah dibanding saat terjaga. Ibnu Rajab berkata:

قَبْضُ الأَرْوَاحِ مِنَ الأَبْدَانِ لَا يُشْتَرَطُ لَهُ مُفَارَقَتُهَا لِلْبَدَنِ بِالكُلِّيَّةِ، بَلْ قَدْ تُقْبَضُ وَيَبْقَى لَهَا بِهِ مِنْهُ نَوْعُ اتِّصَالٍ، كَالنَّائِمِ.

“Pengambilan ruh dari jasad tidak harus dengan pemisahan total. Ruh bisa diambil namun masih tersisa hubungan dengannya, seperti pada orang yang tidur.” (Fath al-Bari, 3/326)

Refleksi: Tidur Sebagai Latihan Kematian

Pandangan Islam tentang tidur mengajak kita untuk merenung. Setiap malam, kita “mati” sejenak. Kita kehilangan kesadaran, kendali, dan bahkan sebagian ruh kita. Dan setiap bangun pagi adalah bentuk kebangkitan, bentuk “kembali hidup” yang diberikan oleh Allah. Maka tidak mengherankan jika Rasulullah menjadikan tidur dan bangun sebagai momen zikir, karena ia mengingatkan kita akan hakikat fana.

Sebagai umat Muslim, menyadari hal ini semestinya mendorong kita untuk lebih menghargai waktu, memperbaiki niat sebelum tidur, dan menjaga adab-adabnya. Karena mungkin saja, suatu malam, kita tak lagi terbangun.

Tags: adab tidur islamihadis tentang tidurislam dan kematianmakna tidur islamrefleksi tidur muslimruh saat tidurtafsir tidur al-qurantidur dalam islamwafat kecilzikir sebelum tidur
Redaksi

Redaksi

Related Posts

Pemkab Tanah Bumbu Gelar Sidang Pleno I Komisi Irigasi 2025, Fokus Optimalisasi Pertanian dan Perikanan
Liputan

Pemkab Tanah Bumbu Gelar Sidang Pleno I Komisi Irigasi 2025, Fokus Optimalisasi Pertanian dan Perikanan

15 Desember 2025
Bupati Tanah Bumbu Tutup KKN Tematik ULM 2025
Liputan

Bupati Tanah Bumbu Tutup KKN Tematik ULM 2025

28 Agustus 2025
Ketua Dekranasda Tanah Bumbu Jadi Juri Grand Final Duta Wisata 2025
Liputan

Ketua Dekranasda Tanah Bumbu Jadi Juri Grand Final Duta Wisata 2025

28 Agustus 2025
Next Post
Apa Hukum Pejabat Negara Menerima Uang dari YouTube?

Apa Hukum Pejabat Negara Menerima Uang dari YouTube?

Benarkah Hadis Itu Rekayasa Politik?

Benarkah Hadis Itu Rekayasa Politik?

Mamluk: Dinasti Islam yang Lahir dari Barak Budak

Mamluk: Dinasti Islam yang Lahir dari Barak Budak

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Story Telling dan Lomba Pidato Meriahkan Hari Kedua Aksi Inovasi Tanbu 2026

Story Telling dan Lomba Pidato Meriahkan Hari Kedua Aksi Inovasi Tanbu 2026

1 bulan ago
Ariadinata Eks Samsons Meriahkan Hari Kedua Aksi Inovasi Tanbu 2026

Ariadinata Eks Samsons Meriahkan Hari Kedua Aksi Inovasi Tanbu 2026

1 bulan ago
Pemkab Tanah Bumbu Pacu Digitalisasi untuk Permudah Layanan Publik

Pemkab Tanah Bumbu Pacu Digitalisasi untuk Permudah Layanan Publik

1 bulan ago
Dekranasda Banjar Kunjungi Rumah Oleh-oleh Bersujud, Dorong UMKM Tanah Bumbu

Dekranasda Banjar Kunjungi Rumah Oleh-oleh Bersujud, Dorong UMKM Tanah Bumbu

1 bulan ago

Kategori

  • Khazanah
  • Kolom
  • Liputan
  • Silsilah
  • Uncategorized

Topics

administrasi banjarbaru batulicin birokrasi bupati dekranasda disporabudpar dokter duta wisata futsal gizi indonesia indonesiaemas internasional islam jakarta juara kalsel kapolri kekuasaan kemenkes kemerdekaan kesehatan konferensi medis mesir olahraga pangan pejabat pelantikan pemerintahan pemuda perang perusahaan pgme prabowo sejarah sekda sppg stunting sultan tanah bumbu tanahbumbu Ulama Banjar yulian
No Result
View All Result

Trending

Story Telling dan Lomba Pidato Meriahkan Hari Kedua Aksi Inovasi Tanbu 2026
Liputan

Story Telling dan Lomba Pidato Meriahkan Hari Kedua Aksi Inovasi Tanbu 2026

by Redaksi
19 April 2026
0

BATULICIN – Hari kedua Aksi Inovasi Tanbu 2026 dalam rangka HUT ke-23 Kabupaten Tanah Bumbu diisi kegiatan...

Ariadinata Eks Samsons Meriahkan Hari Kedua Aksi Inovasi Tanbu 2026

Ariadinata Eks Samsons Meriahkan Hari Kedua Aksi Inovasi Tanbu 2026

19 April 2026
Pemkab Tanah Bumbu Pacu Digitalisasi untuk Permudah Layanan Publik

Pemkab Tanah Bumbu Pacu Digitalisasi untuk Permudah Layanan Publik

19 April 2026
Dekranasda Banjar Kunjungi Rumah Oleh-oleh Bersujud, Dorong UMKM Tanah Bumbu

Dekranasda Banjar Kunjungi Rumah Oleh-oleh Bersujud, Dorong UMKM Tanah Bumbu

19 April 2026
TP Posyandu Tanah Bumbu Dorong Implementasi 6 SPM di Teluk Kepayang

TP Posyandu Tanah Bumbu Dorong Implementasi 6 SPM di Teluk Kepayang

19 April 2026

Mizantra Logo

  • Tentang Kami
  • Katalog
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2025 Mizantara - All Right Reserved.

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Khazanah
  • Silsilah
  • Kolom
  • Liputan
  • Katalog

© 2025 Mizantara. All Right Reserved.