BATULICIN – Dua warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Batulicin mengasah keterampilan memangkas rambut melalui layanan barbershop di Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE), kawasan Pujasera, Kamis, 22 Oktober 2026. Layanan ini juga memenuhi kebutuhan perawatan diri warga binaan di lingkungan lapas.
Kedua warga binaan tersebut bertugas memangkas rambut dengan memperhatikan bentuk dan kerapian potongan. Mereka menggunakan peralatan cukur dan mempraktikkan keterampilan yang terus diasah melalui kegiatan sehari-hari.
Barbershop Lapas Batulicin beroperasi setiap hari pukul 08.00–17.00 Wita. Layanan ini memungkinkan warga binaan menjaga kerapian rambut tanpa harus keluar dari lingkungan lapas.
Petugas Lapas Batulicin, Milian Syuhada, mengatakan barbershop membantu memenuhi kebutuhan perawatan diri warga binaan. Menurut dia, kegiatan tersebut juga menjadi ruang untuk mengembangkan keterampilan melalui praktik langsung.
“Selain memenuhi kebutuhan perawatan diri, kegiatan ini juga menunjukkan bahwa keterampilan dapat terus diasah melalui praktik dan pelayanan sehari-hari,” ujar Milian.
Seorang warga binaan berinisial W mengatakan keberadaan barbershop memudahkannya memperoleh layanan potong rambut di dalam lapas. Ia berharap layanan tersebut terus berjalan dengan hasil cukuran yang semakin baik.
Kepala Lapas Batulicin, Thoha Yahya Umar Sidiq, mendukung keberlanjutan layanan tersebut. Ia berharap keterampilan para pemangkas rambut terus berkembang dan dapat menjadi bekal kerja bagi warga binaan setelah kembali ke masyarakat.
Lapas Batulicin mengembangkan barbershop sebagai layanan perawatan diri sekaligus sarana praktik keterampilan bagi warga binaan.





