BATULICIN – Ustaz Erwin Syarifuddin mengajak jemaah salat Jumat di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Batulicin untuk tidak berputus asa dan tetap berharap pada rahmat Allah. Pesan tersebut disampaikan dalam khutbah Jumat di Masjid At-Taubah, Jumat, 23 Oktober 2026.
Salat Jumat berjamaah itu diikuti pegawai lapas, petugas pengamanan, peserta Maganghub Kementerian Ketenagakerjaan, dan warga binaan. Erwin bertindak sebagai imam sekaligus khatib.
Dalam khutbahnya, Erwin menekankan pentingnya menjaga keimanan dan optimisme ketika menghadapi ujian kehidupan. Harapan kepada rahmat Allah, menurut pesan khutbah tersebut, perlu disertai ikhtiar dan kesungguhan memperbaiki diri.
Kepala Subseksi Pembinaan Lapas Batulicin, Harry Indrawan, mengatakan ibadah berjamaah menjadi salah satu sarana pembinaan kepribadian bagi warga binaan. Kegiatan tersebut diharapkan memperkuat keimanan dan mendorong mereka menjalani proses pembinaan dengan sungguh-sungguh.
“Harapan kepada rahmat Allah hendaknya menjadi dorongan untuk terus berbenah, memperbaiki perilaku, dan menjalani pembinaan dengan penuh tanggung jawab,” ujar Harry.
Seorang warga binaan berinisial E mengatakan pesan khutbah tersebut mengingatkannya untuk tetap berharap dan berusaha memperbaiki diri selama menjalani masa pembinaan.
“Khutbah hari ini mengingatkan kami agar tidak kehilangan harapan kepada rahmat Allah dalam keadaan apa pun,” kata E.
Kepala Lapas Batulicin, Thoha Yahya Umar Sidiq, mengatakan pembinaan kerohanian merupakan bagian dari upaya membangun karakter warga binaan. Ia berharap nilai keimanan, kesabaran, dan optimisme dapat mendorong mereka mempersiapkan diri untuk kembali ke masyarakat.
Lapas Batulicin melaksanakan kegiatan keagamaan berjamaah sebagai bagian dari pembinaan kerohanian warga binaan.





