Permintaan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin agar warga yang terpapar kabut asap beradaptasi jelas tak masuk akal. Alih-alih menjamin udara bersih, pemerintah malah meminta warga belajar hidup di tengah udara beracun.
Pernyataan itu disampaikan Budi di Kantor Kementerian Dalam Negeri, Jakarta Pusat, Kamis, 15 Oktober 2026. Ia meminta warga sebisa mungkin tetap berada di rumah dan keluar hanya jika ada keperluan mendesak. Budi menyampaikan imbauan itu dari Jakarta, jauh dari sejumlah wilayah di Kalimantan yang terdampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Sementara itu, dampak kesehatan di wilayah terdampak perlu mendapat perhatian serius. Kementerian Kesehatan mencatat 74.636 kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di Kalimantan Selatan hingga pertengahan Oktober 2026. Dinas Kesehatan Kalsel juga melaporkan sekitar 10 ribu kasus per pekan selama lima pekan terakhir.
Angka tersebut menunjukkan besarnya persoalan kesehatan di tengah karhutla. Imbauan mengurangi aktivitas di luar rumah memang dapat membantu menekan paparan asap, tetapi tidak cukup untuk melindungi seluruh warga. Tidak semua orang bisa tinggal di rumah. Buruh harian tetap harus mencari nafkah, pedagang harus membuka lapak, dan anak-anak membutuhkan lingkungan belajar yang aman.
Meminta warga beradaptasi juga berisiko memindahkan beban bencana kepada mereka yang terdampak. Masyarakat harus membatasi aktivitas dan melindungi diri dari asap, padahal mereka tidak bisa mengendalikan pencemaran udara. Udara bersih merupakan kebutuhan dasar yang tidak seharusnya menjadi tanggung jawab warga untuk mengupayakannya sendiri.
Kementerian Kesehatan memang tidak bertugas memadamkan karhutla. Namun, perlindungan kesehatan masyarakat tidak boleh berhenti pada imbauan. Pemerintah perlu bekerja lintas sektor untuk menangani kebakaran, mengendalikan pencemaran udara, dan mencegah kejadian serupa berulang.
Dari Jakarta, beradaptasi mungkin terdengar seperti nasihat yang masuk akal. Namun, bagi warga yang setiap hari menghirup asap, imbauan itu tidak menghilangkan ancaman kesehatan atau menghentikan aktivitas yang terganggu. Warga tidak seharusnya terus diminta belajar hidup dengan asap. Pemerintah harus memastikan mereka bisa kembali menghirup udara bersih.




