BATULICIN – Yayasan Rumah Pena Beraksi bersama PT Arutmin Indonesia melaksanakan kegiatan pencegahan stunting di Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, sebagai bagian dari upaya mendukung terwujudnya generasi emas Indonesia. Kegiatan tersebut dilaksanakan melalui seminar edukasi stunting kepada masyarakat.
Ketua Yayasan Rumah Pena Beraksi, Andrianto Mokodompit, di Batulicin, Jumat, menjelaskan bahwa seminar tersebut bertujuan memberikan edukasi mengenai pola asuh dan pemenuhan gizi seimbang sejak seribu hari pertama kehidupan. Ia menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam penanganan stunting, melibatkan bidang kesehatan, pendidikan, sosial, ketahanan pangan, dunia usaha, dan masyarakat.
Perwakilan PT Arutmin Indonesia Tambang Batulicin, Irfan Nurhidayat, menyampaikan bahwa perusahaan terus berkomitmen mendukung upaya pencegahan stunting di Tanah Bumbu. Ia menyatakan bahwa kolaborasi dengan Yayasan Rumah Pena Beraksi diharapkan dapat mempersiapkan sumber daya manusia yang sehat, produktif, dan berkarakter.
Sementara itu, perwakilan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Tanah Bumbu, Erli Yuli Susanti, mengungkapkan bahwa berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024, angka stunting di Tanah Bumbu telah turun 4,5 persen. Ia menekankan bahwa penurunan stunting membutuhkan kolaborasi semua pihak, tidak hanya pemerintah atau dinas terkait.
Upaya kolaboratif ini diharapkan dapat memperkuat langkah pencegahan stunting dan meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat di Tanah Bumbu.












