BATULICIN – Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu mendukung program Banua Waspada Scam untuk memperkuat perlindungan masyarakat dari penipuan keuangan. Program yang diluncurkan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kalsel itu juga mendorong pembentukan layanan pengaduan Helpdesk Indonesia Anti-Scam Centre (IASC) di tingkat kecamatan.
Peluncuran program dan pelatihan petugas helpdesk tersebut berlangsung di Banjarmasin, Selasa (13/10/2026). Bupati Tanah Bumbu Andi Rudi Latif diwakili Sekretaris Daerah Yulian Herawati yang hadir bersama Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian Tanah Bumbu, Al Husain Mardani.
Asisten Bidang Administrasi Umum Sekretariat Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, Dinansyah, mengatakan pencegahan penipuan membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, termasuk pemerintah kabupaten dan kota.
“Pembentukan Helpdesk IASC di tingkat kecamatan diharapkan dapat mendekatkan layanan kepada masyarakat,” ujarnya.
Menurut Dinansyah, pemerintah daerah dapat menyiapkan petugas helpdesk dengan mengoptimalkan aparatur dan fasilitas yang sudah tersedia di kecamatan tanpa harus membentuk struktur organisasi baru.
Urgensi penguatan layanan tersebut terlihat dari laporan penipuan keuangan di Kalimantan Selatan. Berdasarkan data OJK Kalsel yang disampaikan dalam kegiatan itu, tercatat 3.314 laporan penipuan dengan total kerugian mencapai Rp111,17 miliar dari 13 kabupaten dan kota.
Kepala OJK Provinsi Kalimantan Selatan, Agus Maiyo, menekankan pentingnya kecepatan korban dalam melaporkan penipuan agar penanganan dapat segera dilakukan.
“Kecepatan pelaporan menjadi salah satu faktor penting dalam upaya menyelamatkan dana korban,” ujarnya.
Agus menjelaskan, layanan Helpdesk IASC tidak hanya diperuntukkan bagi masyarakat yang sudah menjadi korban. Warga yang ingin mengetahui modus penipuan juga dapat memanfaatkannya untuk berkonsultasi dan meningkatkan kewaspadaan.
Masyarakat yang mengalami penipuan diimbau segera menghubungi pihak perbankan terkait dan melaporkan kejadian melalui kanal resmi IASC. Warga juga diminta berhati-hati terhadap komunikasi mencurigakan yang meminta data pribadi, informasi perbankan, atau kode OTP.
Program Banua Waspada Scam diharapkan memperluas akses informasi dan pendampingan sehingga masyarakat lebih mudah mengenali, melaporkan, dan mengantisipasi penipuan keuangan.





