BATULICIN – Ketua Dekranasda Tanah Bumbu, Andi Irmayani Rudi Latif, mengikuti Workshop Wirausaha Kerajinan Kalimantan Selatan di Banjarmasin, Kamis (18/6). Kegiatan tersebut digelar Dinas Perindustrian Kalimantan Selatan bersama Dekranasda Provinsi Kalimantan Selatan.
Workshop bertujuan meningkatkan kapasitas pelaku usaha kerajinan daerah. Kegiatan juga mendorong lahirnya produk yang inovatif dan berdaya saing. Selain itu, pelaku usaha diperkenalkan strategi pemasaran berbasis digital.
Andi Irmayani mengatakan workshop memberikan wawasan bagi pelaku usaha kerajinan. Pengetahuan tersebut diharapkan meningkatkan kualitas dan pemasaran produk. Pemanfaatan teknologi digital juga dinilai penting memperluas akses pasar.
“Kami berharap produk kerajinan Tanah Bumbu semakin dikenal luas. Produk lokal juga harus mampu bersaing di pasar nasional,” katanya.
Dalam sesi diskusi, pengurus Dekranasda Tanah Bumbu, Ilham Bahari, mengusulkan promosi bersama melalui media sosial. Usulan tersebut berupa siaran langsung Instagram antar-Dekranasda kabupaten dan kota.
Menurut Ilham, media sosial memiliki jangkauan promosi yang luas. Kolaborasi digital dinilai mampu mempercepat pengenalan produk unggulan daerah. Strategi itu juga dapat memperluas akses pasar pelaku usaha.
Ketua Harian Dekranasda Kalimantan Selatan, Miftahul Chair, mengatakan industri kerajinan memiliki peran strategis. Sektor tersebut mampu menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan masyarakat.
Ia menambahkan Kalimantan Selatan memiliki beragam produk kerajinan unggulan. Potensi tersebut perlu didukung melalui inovasi dan digitalisasi pemasaran. Perluasan akses pasar juga menjadi faktor penting pengembangan usaha.
Workshop menghadirkan narasumber dari Dekranasda, Bank Indonesia, dan OJK. Materi yang dibahas meliputi pengembangan usaha, literasi keuangan, digitalisasi pemasaran, dan penguatan daya saing produk kerajinan.












