Mizantara
  • Beranda
  • Silsilah
  • Khazanah
  • Kolom
  • Liputan
  • Katalog
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Silsilah
  • Khazanah
  • Kolom
  • Liputan
  • Katalog
No Result
View All Result
Mizantara
No Result
View All Result

TP PKK Kotabaru Dukung Literasi untuk Tingkatkan Kemandirian Perempuan

Redaksi by Redaksi
12 Oktober 2026
in Liputan
0
Home Liputan
0
SHARES
4
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

KOTABARU – Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Kotabaru mendukung pengembangan literasi berbasis inklusi sosial untuk meningkatkan keterampilan dan kemandirian ekonomi perempuan.

Dukungan tersebut disampaikan dalam kegiatan Pengembangan Literasi Berbasis Inklusi Sosial di Kabupaten Kotabaru, Rabu (7/10/2026). Kegiatan itu dihadiri Ketua TP PKK Provinsi Kalimantan Selatan Hj. Fathul Jannah Muhidin dan Ketua TP PKK Kabupaten Kotabaru Suci Anisa Rusli.

Salah satu kegiatan yang dilaksanakan ialah pelatihan seni merangkai buket dan peluang usaha rumahan. Melalui pelatihan ini, peserta mendapat pengetahuan dan praktik merangkai buket sekaligus mengenal potensi keterampilan tersebut sebagai peluang usaha.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Provinsi Kalimantan Selatan Sri Mawarni mengatakan, perpustakaan perlu dikembangkan sebagai ruang belajar, berkarya, berinovasi, dan memberdayakan masyarakat melalui Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS).

“Literasi tidak boleh hanya menjadi urusan perpustakaan. Literasi adalah tanggung jawab kita bersama,” ujarnya.

Menurut Sri Mawarni, pengembangan literasi membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, termasuk perpustakaan desa, posyandu, PKK, dan taman baca masyarakat. Lembaga tersebut diharapkan turut membuka akses pengetahuan dan keterampilan bagi perempuan, pemuda, serta kelompok masyarakat lainnya.

Sementara itu, Kepala Dispersip Kabupaten Kotabaru M. Fuad Fahruddin mengatakan, program literasi perlu disesuaikan dengan potensi dan kebutuhan masyarakat setempat.

Pengembangan program tersebut, kata dia, dapat mencakup berbagai bidang, mulai dari perikanan, pertanian, perkebunan, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), hingga kuliner. Pelatihan juga dapat diarahkan pada pemasaran digital, fotografi produk, kelas komputer, literasi digital, dan keterampilan kreatif lainnya.

“Pengetahuan yang diberikan hendaknya dapat langsung dimanfaatkan untuk meningkatkan keterampilan dan produktivitas masyarakat,” katanya.

Fuad menambahkan, keberhasilan program literasi berbasis inklusi sosial membutuhkan kolaborasi pemerintah daerah, pemerintah desa, sekolah, perguruan tinggi, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat.

Melalui program tersebut, literasi diharapkan tidak hanya meningkatkan pengetahuan, tetapi juga membantu masyarakat mengembangkan keterampilan produktif yang berpotensi menjadi sumber penghasilan. Bagi perempuan, keterampilan itu dapat menjadi salah satu jalan untuk memperkuat kemandirian ekonomi dan kesejahteraan keluarga.

Tags: Kotabaru
Redaksi

Redaksi

Related Posts

Jangan Remehkan Kebaikan Kecil
Liputan

Jangan Remehkan Kebaikan Kecil

26 Oktober 2026
Menjaga Kedekatan dengan Kalamullah
Liputan

Menjaga Kedekatan dengan Kalamullah

26 Oktober 2026
Jalan Pulang Lewat Pintu Tobat
Liputan

Jalan Pulang Lewat Pintu Tobat

26 Oktober 2026
Next Post
Diskominfo Kotabaru Gali Potensi Hampang, Pertanian Terdampak Kemarau

Diskominfo Kotabaru Gali Potensi Hampang, Pertanian Terdampak Kemarau

Hari Pramuka ke-65 di Kotabaru Libatkan 2.000 Peserta

Hari Pramuka ke-65 di Kotabaru Libatkan 2.000 Peserta

409 Pramuka dari 21 Sekolah Ikuti Kemah Bakti Pelajar di Kotabaru

409 Pramuka dari 21 Sekolah Ikuti Kemah Bakti Pelajar di Kotabaru

Mizantara

  • Tentang Kami
  • Katalog
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2025 Mizantara - All Right Reserved.

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Khazanah
  • Silsilah
  • Liputan
  • Kolom
  • Katalog

© 2025 Mizantara. All Right Reserved.